aku bertemu denganya secara tidak sengaja , waktu itu kamu sama2
sedang berbelanja di sebuah swalayan
aku sedang memilih-milih barang dan dia berada tak jauh dari aku berdiri
tiba2 barang yang aku pegang2 terjatuh , reflek akupun menjerit
saat itu mungkin dia sedang melamun mendengar jeritanku dia langsung melopat
dan menginjak barang aang tadi aku jatuhkan
alhasil kemasanya pecah dan semua isinya tumpah berhampuran kemana2
tanpa komando kami berdua langsung berjongkok untuk memunguti
barang yang bercereran tersebut , kami pun saling meminta maaf
didepan kasir kami bertemu lagi lalu sama- tersenyum
setelah selesai bertransaksi aku keluar dan akan memanggil taksi
karena belanjaanku banyak akan merepotkan jika aku naik angkot
tadinya aku minta tolong anton supaya menjemputku namun dia
ada meeting sampai malam ,bahkan membatalkan acara makan malam kami
diapun keluar dari swalayan ketika aku masih menunggu taksi
dia bertanya padaku kearah mana aku akan pulang
kujelaskan alamat rumahku dan dia tertawa lebara sambil berkata
" ternyata kita berjodoh mbak"
aku tak tau maksud kata2nya dan mencoba memnita kejelasan
ternyata kompleks perumahan kami berdekatan dan diapun
menawarkan tumpangan padaku ,sebagi ucapan maaf kesalahan yang tadi
awalnya aku ragu tapi dia terus meyakinkanku samapi bersumpah kalau dia bukan orang jahat
akhirnya akupun menuruti tawaranya
disepanjang perjalanan banyak sekai ceritadan pertanyaan2 darinya
aku yang biasanya pendiam akhrinya jadi ikut2an bawel
setelah sampai didepan rumahku dia meminta no telponku dan dia berjanji
akan menghubungiku suatu saat nanti
hubunganku dan anton akhir2 ini memang sedang tidak harmonis
kesibukan kami berdua membuat jarak diantara kami makin jauh
kami makin jarang bertemu dan kurang berkomunikasi
setiap kali kami punya rencana bersama sesering itu pula akan gagal
entah aku atau dia yang membatalkanya
tak jarang kami bertengakar hanya meributkan hal2 yang kecil karena takada yg mengalah
dua mingu setelah pertemuan kami dia menghubungiku
bertanya kabar dan lain- akhirnya menjadi obrolan yang lama dan seru
diakhir obrolan dia bertanya padaku
apakah aku mau diajaknya keluar ahanya sekedar untuk ngopi bareng
aku setuju dengan ajakanya aku pikir selama ini aku hanya ngopi sendirian
mengajak anton belum tentu dia tidak bisa dia terlalu sibuk dengan meeting2nya
apa salahnya sekali2 aku berdua dengan pria lain untuk ngopi
kamipun berjanji akan bertemu di caffelius hari selasa jam 19.30 malam
aku pastikan hari itu tidak ada jadwal meeting dan janji dengan anton
dan alhamdulilah memang kosong
setelah bertemuan di caffelius itu dia makin sering menghubungi dan mengajakku keluar
dari hanya sekedar ngopi jalan kemall atau makan malam
hinggu terkadang aku merasa dia lebih perhatian daripada anton
terkadang aku bersikap berlebihan pada dia namun tetap memberiku perhatian
saat ini aku didera keraguan antara tetap melanjutkan hubungannku degan anton
atau berpisah
hingga suatu hari dipertemuan yang entah keberapa (aku lupa menghitungnya)
dia menanyakan padaku kejelasan hubungan kami
aku tak menyangka dia akan bertanya seperti itu karena meski ada perasaan lain dihatiku
aku masih menganggap dia sebagai teman
aku tidak bisa memberi harapan padanya karena aku masih dengan anton
5 tahun aku menjalin hubungan dengan anton
kami masih saling menyayangi jika terkadang ada masalah kecil
dan sering bertengkar bukan berarti aku harus mencari pengganti anton
walau aku merasa kehadirannya sedikit banyak mengobati rasa sendiriku
tapi tetap saja kami hanya teman
dengan perasaan kecewa dia mengerti penjelasanku
berkali2 aku minta maaf padanya jika aku sudah terlalu banyak
memberi harapan padanya diapun mengerti akan hal itu
dan kami sepakat akan terus berteman
saat kai masih ngobrol dan membicarakan hal ini
tiba2 ada sms masuk di HP ku kubaca pengirimnya dari anton
"terima kasih sayang untuk tetap menjaga hubungan kita meski
terlalu banyak halangan tapi kamu masih kuat disampingku
love you so much"
sma kecil dari anton menyadarkanku tentang yang aku lakukan akhir2 ini
tiba2 aku ingin berada didekat anton lalu memeluknya erat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar