Kenapa harus aku
suatu saat ak berpikir Tuhan tak adil padaku
aku yang begitu rapuh
aku yang begitu kecil
tapu Tuhan memberiku ujian yang sangat berat
sampai ak tak mampu melaluinya
ak hampir putus asa
..........................
dan suatu saat
ak merenung tentang ini semua
ak menangis
ak marah
lalu ak tersadar
Tuhan membuat ini semua
supaya ak kuat
supaya ak belajar dari ujian2 itu
Tuhan......
maafkan ak telah berburuk sangka pada Mu
setiap apa yang kau beri
pasti ada hikmah didalamnya
setiap ujian yang kau beri
akan lebih mendekatkanku padamu
Tuhan
Minggu, 30 September 2012
ke"AKU"aku
diriku sejauh imajinasimu
ketika kau berpikir aku indah
maka aku akan terlihat indah dimatamu
ketika kau berpikir aku buruk
maka akupun akan terlihat buruk
tak perlu kujelaskan siapa aku
bagaimana aku
dan seperti apa aku
aku adalah aku
aku bukan siapa-siapa
aku juga bukanlah apa-apa
ini lah aku apa adanya
ketika kau berpikir aku indah
maka aku akan terlihat indah dimatamu
ketika kau berpikir aku buruk
maka akupun akan terlihat buruk
tak perlu kujelaskan siapa aku
bagaimana aku
dan seperti apa aku
aku adalah aku
aku bukan siapa-siapa
aku juga bukanlah apa-apa
ini lah aku apa adanya
Rabu, 12 September 2012
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
Ws rendra
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
Ws rendra
Selasa, 11 September 2012
Rasaku
aku punya rasa
rasa itu jatuh pada tempat yang salah
ak membiarkannya
tanpa menyiramnya
karena ak tau
sang tempat hanya menyediakan ruang
tanpa keinginan melihat rasaku tumbuh disitu
akupun tidak berusaha memangkas rasa itu
suatu saat ak akan mengambil rasa tersebut
memindahkannya pada tempat yang tepat
sehingga aku bisa melihatnya tumbuh
aku bisa melihatnya berbunga
ini hanya tentang waktu.................
rasa itu jatuh pada tempat yang salah
ak membiarkannya
tanpa menyiramnya
karena ak tau
sang tempat hanya menyediakan ruang
tanpa keinginan melihat rasaku tumbuh disitu
akupun tidak berusaha memangkas rasa itu
suatu saat ak akan mengambil rasa tersebut
memindahkannya pada tempat yang tepat
sehingga aku bisa melihatnya tumbuh
aku bisa melihatnya berbunga
ini hanya tentang waktu.................
Selasa, 04 September 2012
Beberapa Keuntungan Naik Kendaraan Umum
1 .Tidur | |
pastinya kita yang rumahnya jauh akan bangun lebih pagi supaya tidak terkena macet | |
diangkot kita bisa sedikit memjamkan matak kita lumayan kan 30 menit - 1 jam | |
2. Tidak Stress | |
kalau naik kandaraan pribadi kita harus mikir nich pilih jalan yg mana supaya tidak kena macet | |
kalau kita naik angkot tinggal duduk cr posisi enak terserah pak sopir mau lewat mana | |
sampailah kita di tempat tujuan | |
3. Mengurangi Marah2 | |
Jika naik mobil pribadi atau motor jika kendaraan kita bersenggolan dg mobil lain pasti kita akan marah2 | |
kalau kita naik angkot angkotanya nubruk mobil lain kita santai2 aja paling2 Cuma ngomporn pak sopir :D :D | |
4.Ketemu Orang Baru | |
Setiap hari penumpang angkot itu lain2.kalau seandainya kita mau berkenalan dengan mereka kan teman kita bertambah banyak | |
lalu bisa dibuat komunitas " komunitas angkuters" | |
5.Cari Jodoh | |
karena keseringan naik angkot dan sering bertemu bisa juga lho ketemu pasangan diangkot :):):):) |
Tentang Burung Kecil
| |
| Siang itu saya melihat gio ada dibelakang rumah |
| dibawah pohon.dia terlihat begitu serius,sampai tidak menyadari kedatangan saya |
| "sedang apa gio?" tanya saya |
| "melihata anak burung kakak,dia jatuh dari pohon itu" jawab gio sambil menoleh |
| lalu ia berkonsenterasilagi dengan anak burung tersebut |
| saat gio mengangkat anak burung itu nampak tidak berdaya |
| "mau kamu apakan anak burung itu?" tanya ku penasaran |
| "mau saya kembalikan kesarangnya" jawab gio sambil menengandah menatap dahan pohon |
| saya mengikutinya namun tak saya temukan satupun sarang burung dipohon tersebut |
| agak membingungkan memang jatuh darimana burung tersebut? |
| "tidak ada gio,jadi bagaimana?" |
| "kasihan dia seharusnya dia bersama mama papanya" dio menatap anak burung ditangannya dengan iba |
| saya masih diam dan menunggu dio, mengambil keputusan untuk burung kecil itu |
| "kalau saya peihara burung ini bagaimana kak?" tanya dio padaku wajahnya terlihat ceria karena baru saja menemukan ide cemerlang |
| "apa kamu yakin kamu akan memeliharanya dengan baik?" tanyaku |
| "yakin" kata dio sambil mengangguk tegas |
| "kenapa kamu mau memelihara burung tersebut?" |
| "karena burung itu seperrti saya hidup tanpa ada mama dan papa" |
| saya termenung,gio memang anak sebatang kara ayah dan ibunya sudah meninggal sekarang dia tinggal bersama keluarga tantenya |
| "kamu bakal apakan dia?" |
| "akan saya beri dia tempat tidur kakak" |
| "lalu?" |
| "saya beri makan dan minuman" |
| "kamu dapat darimana tempat tidur makanan dan minuman itu?" |
| "tempat tidur akan saya buat,kalau makan dan minuman akan saya beri dari makanan saya" jawabnya yakin |
| saya kenal dio dan saya yakin dia akan bertanggung jawab dengan hal itu |
| dio sangat berhati-hati membawa burung tersebut kedalam rumahnya,tak berapa lama dia keluar dengan mambawa kotak sepatu |
| dio mengisi kotak sepatu tersebut dengan kain-kain perca,lalu meletakan burung tersebut dengan hati-hati,memberinya minum dan makan |
| saya berpikir berapa lama burung ini akan bertahan tanpa merasa bosan. |
| gio merawat burung tersebut tanpa lelah seminggu,dua minngu,tiga minggu,bahkan sudah lebih sebulan burung itu bersamanya |
| lambat laun burung itu semakin kuat san besar . |
| sampai suatu saat ,dibulan ke tiga burung itu sudah bisa mengepakan sayapnya |
| burung kecil itu adalah burung liar yang mungkin akan lebih senang hidup bebas diluaran daripada didalam sangkar |
| beberapa kali dio melihat burung itu hendak terbang namun selalu di tangkap lagi oleh dio dan di masukan sangkar lagi |
| "saya tidak mau burung itu pergi kakak" |
| "mengapa?" |
| "karena saya menyayanginya" |
| "bagaimana jika burung tersebut lebih senang terbang bebas diluar?" |
| "tidak burung itu pasti lebih suka disini bersama saya" |
| saya tersenyum mendengar jawaban gio.konsep menyayangi yang ada didalam benak gio sama dengan |
| konsep menyayangi oleh orang banyak,mengasihi dengan egois tanpa memikirkan bahwa makhluk yang dikasihinya itu |
| bukan benda mati,tetapi makhluk yang memiliki kehendak bebas |
| saya perhatikan gio membuat sangkar burung itu senyaman mungkin supaya si burung nyaman dan betah |
| tinggal didalamnya mungkin begitu pikir gio |
| beberapa waktu kemudian si burung terlihat berubah,dia tidak mau makan dan minum |
| terlihat malas bergerak ,semakin hari semakin memburuk sampai suatu saat |
| siburung terkapar dalam sangkarnya |
| "kakak sepertinya kakak benar"katanya saat itu setelah selesai kami mengguburkan burung |
| "kenapa?" |
| "mungkin seharusnya burung itu saya lepas mungkin dia lebih suka terbang bebas" |
| saya merangkulnya kesedihan sangat nampak diwajah gio.namun setidaknya dia sudah belajar satu hal |
| bahwa mengasihi tidak selalu melakukan apa yang dipikir baik oleh diri sendiri,tetapi melakukan hal |
| yang terbaik untuk orang yang dikasihi" |
Senin, 03 September 2012
Love You
"Cinta Kamu"
begitulah kira-kira artinya
sangat mudah untuk diucapkan tapi su;it untuk dilakukan
selama ini aku terjebak dalam cinta
menyalahkan cinta yang tak kunjung baik padaku
tak pernah terpikir olehku apa arti cinta sebenarnya
aku membawa cinta pada egoku
yang seringkali malah menyakitiku
membuat cinta kehilangan arti
Love You
Cinta tanpa "Keakuan"
Cinta tanpa ego.
..................
................
Dunia Beku
aku punya dunia
ak beri nama dunia beku
terkadang ada yang masuk kedunia bekuku
ada yang nyaman tinggal disana
ada pula yang hanya sekedar lewat melihat sedikit
beberapa yang lama tinggal
sudah merasa bosandengan kebekuan
haruskah ak mencairkann duniaku
agar semua orang bisa nyaman tinggal didalamnya
atau ak biarkan tetap membeku
biar orang yang akan memilih
akan tinggal disana
atau pergi.............................................
ak beri nama dunia beku
terkadang ada yang masuk kedunia bekuku
ada yang nyaman tinggal disana
ada pula yang hanya sekedar lewat melihat sedikit
beberapa yang lama tinggal
sudah merasa bosandengan kebekuan
haruskah ak mencairkann duniaku
agar semua orang bisa nyaman tinggal didalamnya
atau ak biarkan tetap membeku
biar orang yang akan memilih
akan tinggal disana
atau pergi.............................................
Langganan:
Postingan (Atom)



