Rabu, 22 Oktober 2014

ceritaku hari ini

wuahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh


sebenernya malas banget mau bangun pagi ini ,rasanya mata masih lengket kayak dilem
gak rela banget untuk bangun pagi

tapi karena ada kerjaan yang harus saya selesaikan dengan malas aku bangun
langsung kekamar mandi,gak lupa sambil nyanyi.."bebek adus kali" # lagu wajib jaman dikampung#

beberapa ahri ini moodku emang kurang bagus sedikit saja ada yang menyenggolku
maka aku akan marah-marah "senggol bacok" kata preman di pasar klender :D :D D:
tadi malam tidur nya hampir tengah malam...keasyiakn nonton film haciko #aslinya sih nungguin telpon dari hantu#  :D :D :D :D :D

selesai dandan dan beres-beres cap cus deh ke kantor

ternyata jalanan sudah merayap kaya semut lagi gondolin makanan
beberapa angkutan lewat penuh sesak sementara yang antri masih banyak bingittttt

kulirik jam hampir jam 08.00 tapi antrian masih mengular nunggu jemputan # angutan maksudnay#
aku malas ikut antrian panas banget (takut hitam nih) aku pilih duduk di depan toko yang kebetulan ada bangkunya lumayan adem #sambil ngeliatin orang-orang berebut angkot"


lima belas menit berlalu antrian sudah mulai sepi akhirnya aku turun kejalan pas turun angkot langsung datang
#kalo rejeki emang gak kemana :D :D :D#
langsung naik pilih tempat duduk paling pojok tempat paling nyaman bagiku

wessss angkot mulai melaju namun jalanan masih merayap pak sopir bingung cari jalan yang lengan
#mana ada pak jam kerja gini yang sepi ya udara,kl gak mau macet pake baling2 bambu saja pak#

 gak mau ikut macet-macetan pak sopir punya ide lewat jalan tikus
dia akhirnya belok kemasuk jalan kecil ehhhh taunya jalanya malah diportal #rasain#
sepuluh menit lebih kami hanya putar-putar saja disitu karena emang pagi ini padat banget jalannan
semua penumpang mulai panik termasuk aku,takut kesiangan sampai kantor
tapi gak bisa berbuat apa-apa kalau turunpun pasti susah lagi dapat angkot

ya dinikmati aja deh

untung disampingku duduk cowok ganteng,,bersyukur juga sih dengan macet karena aku bisa berlama2
duduk disampingnya :D :D :D :D
kapan lagi ada kesempatan menikmati pemandangan indah....sesekali sengol2an :v :v :v

tiga puluh menit berlalu sampilah tempat tujuan.......#akhirnya#

pas mau turun si cowok berbisik " tumben gak tidur mbak"


ih ternyata selama ini ada cowok ganteng yang suka memperhatikan ku






Kamis, 09 Oktober 2014

Galau Galau Galau

Aku kembali ke kafe itu kali ini aku memilih tempat duduk didepan bukan di belakang seperti biasanya
padahal bangku belakang adalah bangku favorit saya disitu saya bisa duduk berlama-lama
tanpa ada gangguan letaknya yang paling pojok sehingga tidak banyak orang dan pelayan yang
lalu lalang,sehingga aku bisa nyaman melamun atau sekedar memejamkan mata

malam ini perasaanku sedang tidak nyaman banyak hal mengganggu pikiranku
ingin kutumpahkan semua unek-unek dihatiku pada seseorang namun aku tak berani
memulainya.aku ingin curhat dengan teman yang lain namun aku tak lakukan
aku merasa sendiri merasa di lupakan merasa tak dihiraukan

sampailah saya dikafe ini sendiri...ya sendir seperti biasa..............
tapi malam ini aku gak mau mengeluh atas masalah-masalahku aku ingin mennikmati malam ini
dengan segala problema yang sedang aku rasakan
sedang asyik-asyiknya melamun aku dikejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba duduk didepanku
"halooo boleh saya duduk disini" pintanya dengan sedikit selengean
aku melirik dari ujung mataku,pria tinggi cakep dan sedikit "nakal"
"silahkan" jawabku singkat sambil melanjutkan lamunanku yang buyar karena kedatanganya

pria sibuk sendiri dengan kopi dan makanan sesekali kudengar dia menyeruput kopinya dengan keras
seolah sengaja menggangguku supaya aku melihat dan mengajaknya ngobrol
namun aku lebih asyik dengan musik yang aku dengarkan dengan earphonku sambil melamun

sekali lagi dia berdehem mengagngguku " mbak awas ada kecoa" teriiaknya
aku yang memang takkut dengan kesoa lamgungs terbangun dari kursi dan loncat kedepan
pria didepanku tertawa terbahak merasa berhasil mengerjaiku sambil berkata " emang enak dicuekin"

aku memelototinya sambil cemberit namun dia malah tertawa jail sambil menarik tanganku
"aku denis ,kamu siapa nona manis" dengan lirikan matanya yang nakal
"dias" jawabku singkat sambil duduk
"lagi bete ya mbak pasti gara-gara cowok ya .." tebaknya sambil nyengir
"jangan sok tau deh" jawabku
" bukan sok tau mbak saya hanya menganalisa dari raut wajah mbak malam ini" dia mulai sok pintar
belagak sok jadi paranormal
" ya kira-kira begitu " jawabku lagi dengan sedikit senyuman tersungging dibibirku,
dia tidak memaksaku untuk menceritakan apa masalahku ,namun dengan semangat dia terus
bicara cerita apa saja yang akupun gak tau maksudnya apa
namun sedikit demi sedikit hati dan otaku yang panas mulai dingin dengan sesekali
menanggapi candaanya
dan pada akhirnya aku bisa tertawa lebar mendengar cerita tebakan dan gaya-gayanya
lalu dia dengan senang berkata" akhirnya si mbak bisa juga tertawa"

dalam hati aku berucap " terima kasi buatmu "

dan akhirnya aku lelah akupun pulang dengan senyuman










Note to my self
jangan pernah merasa menjadi orang yang paling menderita sedunia jika sedang ada masalah






Membuang Kriteria Cowok Ideal

  Suatu hari saya iseng membaca notes di FB saya tahun 2009.ada postingan yang private dan cerita tentang kriteria cowok yang saya suka.disitu tertulis kalau saya pingin cowok yang good looking smart courageous suka treveling gajinya minimal sama dengan saya punya rasa PD yang cukup tinggi good of sense of humor ambisius good with little kids bisa berteman dan bersahabat dengan teman saya setia dan masih banyak lagi
OMG!!!!!!!!!!!
saya saja hampir menoynor diri sendiri karena heran kok bisa-bisanya punya kriteria yang too good to be true :P pada masa tersebut saya terlalu sibuk dengan daftar tersebut hingga melupakan satu hal penting " apakah dia memperlakukan saya dengan baik?"

  Sesaat setelah membuat kriteria pacar yang lyar biasa tadi,saya sempat dekat dengan cowok yang seperti kriteria diatas termasuk boyfriend material banget. pinter cakep suka traveling punya kerjaan bagus ,tapi dia memperlakukan saya dengan semena-mena.dia tahu banget kalau dirinya oke dan banyak perempuan yang mengidolakanya. hubungan kami putus begitu saja.
 Punya standar atas pasangan itu penting tapi kita harus tetap menginngat kualitas non negoitable yang harus dimiliki.apakah dia menghormati kita?apakah dia baik pada kita dan orang-orang disekelilingnya?apakah dia orang yang mensyukuri apa yang dia punya?apakah dia menyukai hal-hal unik yang ada pada diri kita?apakah dia membuat diri kita tertawa bahagia?
 Ujung-ujungnya kalau kata teman saya " hati menentukan type pasangan". ketika muncul intuisi dalam hati kita yang bilang dia adalah orang baik karena berhasil membuat kita tertawa,tersenyum dan nyaman
maka setidaknya dia pantas diberi kesempatan lebih



NB: dikutip dari majalah chic edisi 177 Editor Choice


Happy Nice Weekend All 

Keep Smiling :)

Gado -Gado