Dhimas namanya..........................................................................................
Pinter baik ramah
dan humoris............................
Aku mengenalnya
satu setengah tahun lalu saat dimana
aku masih dalam suasana “duka”
aku masih dalam suasana “duka”
Setelah
ditinggalkan olah danar
Pertemuan yang tak
terduga ....................bisa jadi begitu
Kami bertemu pertama
di metromini saat aku salah jalur waktu pulang
kerja
Aku melamun saat
dihalte dan tak memperhatikan no metro
ketika ada metro lewat didepanku aku langsung
saja
masuk kedalamnya dan duduk manis
masuk kedalamnya dan duduk manis
Setelah beberapa
saat si metro melaju aku baru tersadar kalau aku salah jalur
Metro yang aku
tumpangi harusnya lurus mengikuti jalan namun ini kok belok kiri
Aku kebingungan
sendiri lalu kutanyapada cowok
disebelahku katanya metro ini menuju terminal R
disebelahku katanya metro ini menuju terminal R
Dan aku pun turun
ditengah jalan tak lupa kuucapkan terima kasih pada cowok tadi
Ternyata kami
berjodoh lagi
Beberapa waktu
setelah pertemuan kami yang
tak diduga itu kami bertemu kembali diangkot
tak diduga itu kami bertemu kembali diangkot
Saat kami sama2 mau
berangkat kerja dan memakai angkot yang sama
Dia ternyata masih
mengingat wajahku ketika malam itu aku salah jurusan
Diapun menyapaku
“gak salah jurusan lagi mbak”?
Aku tersenyum
dengan candaanya ,diangkot yang ini kami satu jurusan
Sama2 menuju
kekawasan K tempat kantor kami berdua kerja
Dan setelah
ngobrol2 baru tahu kalau kami sebenarnya kerja digedung yang sama
Dari situ kami
mulai akrab dan sering janjian untuk pulang dan pergi kerja
Semakin akrabnya
kami diapun menunjukan sikap yang baik dan serius padaku
Hingga suatu siang
dia mengajaku makan siang bareng di food court
yang berada dilantaipaling atas gedung kantor kami
yang berada dilantaipaling atas gedung kantor kami
Dia bilang ada
sesuat yang ingin dia bicarakan padaku
Kami makan siang
sambil menikmati alunan piano yang
dimainkan mas2 pianis
Memang di food
court tersebut setiap makan siang sekitar 2 jam selalu ada pianisnya
setelah selesai
makan kami ngobrol2 sebentar dan diapun mengutarakan
apa yang ingin dia sampaikan padaku
apa yang ingin dia sampaikan padaku
dia bilang die maukah kamu jadi sahabat “dekat” ku
sahabat “dekat”
maksudnya gimana mas
diapun menjabarakan
apa arti sahabat “dekat” yang dia bilang tadi
aku tersenyum dan
mengangguk tanda setuju dengan permintaanya
duh hatiku serasa
berbunga2 saat itu dan jika dilukiskan mungkin akan seperti
dalam film2 kartun
itu muncul gambar daun berwarna merah
jambu dari atas kepalaku saking bahagianya
jambu dari atas kepalaku saking bahagianya
dan aku pun melihat
hal yang sama pada dhimas
kulihat dhimas tersenyum riang, senyuman ringan tanpa beban
JJJJJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar