Rabu, 22 Mei 2013

Ditaman Belakang Sekolah

entah kapan mulainya aku mengamati semua kebiasaanya
yang ku ingat hari itu setelah pulang sekolah aku sengaja melewati taman belakang sekolah
dan tanpa sengaja aku melihatnya sedang duduk sendiri di sebuah bangku masih dengan seragamnya
duduk tenang sambil sesekali memejamkan matanya
aku penasaran dengan apa yang dia lakukan dan aku pun terus mengamatainya dari balik pohon
dibelakang bangku yang dia duduki

dia adalah cowok terkeren disekolahku,banyak temen-temen ceweku yang tergila-gila padanya
aktif dikegiatan sekolah maupun di lar sekolah
hobynya adalah main basket,ketika dia main akan banyak penonton ceweknya
dan semua pasti akan megelu-elukan namanya

hampir tiap hari sepulang sekolah dia akan berlama-lama duduk dibangku itu
terkadang kulihat dia melukis entah apa yang dilukisnya
hingga suatu hari dia memrgokiku saat sedang asyik menunggunya dibalik pohon

dia meyentuh pundakku dan akupun kaget dibuatnya
tak tau harus bilang apa aku cuma menunduk dan senyum-senyum sendiri
setelah agak tenang aku bicara jujur padanya bahwa aku sudha lama
mengintipnya tiap kali dia berada di abngku belakang sekolah itu

kurasa dia tidak senang dengan caraku mengamatinya ,terlihat saat dia menatapku
selesai aku membuat pengakuan jujurku itu
saking takutnya aku ingin segera berlari dari tempat itu aku tak kuasa melihat tatapan matanya
yang menyelidik
namun belum sempat aku melangkahkan kaki tiba-tiba terdengar dia memanggil namaku

die..................................................
ko bisa dia tahu namakudalam ahti aku bertanya
lalu dia menarik tanganku dan mengajaku duduk dibangku itu
mulailah dia bercerita semuanya, sejak dia mulai mengamatiku dari jauh
ketika aku sedang duduk membaca komik didepan kelas atau dikantin
dari situ dia mulai mencari tahun siapa aku dan siapa namaku
lalu dia memberiki sebuah kertar ,ketika buka ternyata ada sketsa wajahku
dia mengambilnya ketika aku sedang duduk sendiri dan tida sedang membaca

dan ketika dia selesai bercerita kami berdua sama-sam tertawa
ternyata kami selama ini mempunyai kebiasaan yang sama

sama-sama suka mengintip :D :D :D :D :D :D


Rabu, 01 Mei 2013

Bumi Pertiwi






Buku adalah jendela ilmu. Begitulah semboyan yang sering kita lihat di dalam perpustakaan. Namun, sekarang jaman telah berkembang. Jaman dulu anak-anak sekolah sering keluar masuk perpustakaan yang ada disekolah untuk mencari ilmu, menambah wawasan. Sekarang, tak banyak orang yang suka membaca. Mereka selalu ingin yang instans tanpa mau bersusah payah. Banyak anak yang lebih memilih untuk jalan – jalan ke Mall, main Playstation dan juga main internet. Semua itu karena perkembangan jaman yang tidak bisa dihindari. Perpustakaan yang ada di sekolah pun jadi sepi, bahkan tak ada pengunjung satu pun. 


Keadaan itu membuat Bapak Samsudin selaku Guru SD Krasak, tergugah hatinya untuk mendirikan rumah baca dikediamannya berserta dengan keempat rekannya yaitu Dwi Astuti, Billy Prasojo, Lucyana dan Haikal Wijaya. Rumah baca tersebut di beri nama “BUMI PERTIWI”, yang berada di Desa Krasak Blok Pulo, Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat, dengan persetujuan kepala desa setempat. Rumah baca yang diperuntukkan semua kalangan dengan visi menumbuhkan minat membaca untuk anak-anak.




Rumah baca “Bumi Pertiwi” berdiri sejak tanggal 11 November 2012, yang awalnya hanya dikunjungi oleh anak murid Bapak Samsudin selaku motor penggeraknya. Kemudian beberapa anak dari  kampung sekitar mulai tertarik dan datang kerumah baca tersebut sekadar untuk membaca buku cerita ataupun mendengarkan dongeng.  Disana anak-anak tidak hanya membaca saja, karena Bapak Samsudin juga memberikan mereka pengetahuan tentang membuat hastakarya, kemudian mengajari mereka menggambar dan mengembangkan bakat yang dimiliki oleh si Anak. 

Rumah baca “Bumi Pertiwi” ini terbilang masih minim fasilitasnya. Untuk saat ini buku yang tersedia baru buku cerita untuk anak – anak. Kami berencana untuk menambah koleksi buku yang ada dirumah baca, dari buku tentang sejarah, dongeng, cerita maupun buku edukasi lainnya. Namun, kami belum dapat merealisasikannya karena keterbatasan dana yang kami miliki. Oleh karena itu, kami membutuhkan bantuan baik dalam bentuk buku maupun dana untuk menambah koleksi buku di rumah baca tersebut. 

              
Rumah baca "BUMI PERTIWI' juga akan menyelenggarakan lomba mengarang tingkat SD sebagai salah satu ajang dalam memperkenalkan BUMI PERTIWI kepada kalayak umum. Tujuan dari diselenggarakannya kegiatan tersebut untuk menarik minat anak-anak agar datang ke BUMI PERTIWi.







 







Gado -Gado