Dulu saya pernah berpikir dan heran kenapa hidup saya begitu penuh peruntungan
semua begitu lancar kini saya tahu kelancaran itu adalah cobaan
nyatanya saya hanya berhenti di "heran" bukan mencari tahu apa sih yang ingin
disampaikan oleh sang pencipta
segala kelancaran itu membuat saya menjalani hidup mengikuti arah angin
menganggap bahwa jalan tol sudah tersaji didepan saya
dan ketika ada bebatuan saya hanya melompat dan melewatinya
bukan menyingkirkanya.hingga tibalah saya pada perkara yang maha dahsyat.disitulah
saya sadar bahwa saya tidak terlatih menghadapi masalah
Apa yang saya lakukan?? mencari pegangan dan kemudian panik karena ternyat apa yang
saya pegang tak berakar dan saya kembali terjerembab pada periode itu
saya sibuk mengutuk dunia.
untungya saya tak biasa menyalahkan orang lain saya lebih menyalahkan diri sendiri
percaya diri saya drop semakin saya terpuruk semakin saya menyalahkan diri sendiri
namun perlahan saya coba mengangkat kepala saya lalu berkata pada diri saya
kenapa saya harus sibuk dan tekun melihat sisi kelabu ?
bukankah disisi sebaliknya ada warna cerah? dan cerah itu menyenangkan
dan perasaan saya menjadi lebih ringan dan satu hal yang sangat saya syukuri
saya punya teman2 yang sangat suportive
ketika saya meminta bantuan mereka dengan senang hati menolong
( dari majalah chic edisi ke 135 : danar widonarko)
untuk mbak annisa nirra tedja

ya itulah aku, sibuk menyalahkan diri sendiri daripada menyalahkan orang lain, sibuk dengan aibku sendiri ketimbang dengan aib orang lain, bukan tanpa alasan aku selalu berusaha memperbaiki kesalahan dan menjadi lebih baik. aku belajar dari banyak keslahan agar aku bisa menjadi benar, aku tau banyak teman-teman yang sayank sama aku, menghiburku, memberi semangat, tak membiarkan aku bersedih, justru karena itulah aku tak mau melihat kesedihn dimata tmn2ku, kerisauan, aku hanya ingin melihat mentari dimata teman2ku. aku sangat berterima kasih sekali, dan sangatlah berarti dan berharganya kalian untukku.....teriam kasih banyak sudah menemani hari-hariku
BalasHapus