Inara namanya kawanku dari kecil kami tumbuh dan berkembang bersama
inara adalah gadis yang cantik lembut lucu dengan rambut panjangnya
kami tinggak satu kampung dan rumahnya tak jauh dari rumahku
main bersama bersekolah bersama selalu kami bersama2 seperti saudara
inara anak tunggal dikeluarganya ayahnya seorang wiraswasta ibunya hanya ibu rumah tangga
mereka hidup berkecukupan
namun inara dan keluarga tidak sombong dia selalu baik dengan semua kawan2nya
dia sering meminjamkan aminan atau buku2 cerita yang dimiliknya padaku
dari situlah hoby membacaku timbul
karena aku dari keluarga tidak mampu aku jarang bisa membeli buku ceita atau mainan
aku hanya membaca dari buku2 pinjaman teman atau koran bekas bungkus belanjaan ibuku
beruntung aku berkawan dengan inara karena aku bisa membaca buku cerita dan koran
dengan gratis dirumahnya
selepas SMP inara harus pindah kekota karena ayahnya membuka usaha baru disana
dan untuk sementara harus ayah dan ibunya yang mengelola sebelum menemukan pegawai yang cocok
jarak antara kampung dan kota lumayan jauh kira2 4-5 jam perjalanan dengan mobil
namun hubungan kami tidak putus negitu saja karena kami masih selalu berkirim surat
biasanya sebulan 2x kami slang berkirim kabar
inara tumbuh menjadi gadis sangat cantik dan pintar
pasti dia jadi rebutan kawan2 laki2nya disekolah pikirku
namun setiap kali aku tanya apakah dia sudah punya pacar dia akan selalu mengelak
atau hanya akan menjawab aku amu sekolah dulu die kuliah setelah itu kerja
baru aku akan memikirkan pacaran :D:D:D
disurat terakhir yang dikirim inara dia bilang kalau enam bulan lagi
dia akan pindah lagi kekampung karena ayahnya sudah punya pegawai yang cocok
dan kebetulan pula ayah dan ibunya lebih suka tinggal dikampung
6 bulan berlalu persis seperti yang inara tulis disuratnya dulu dia sekarang sudah kembali
kekampung dan tinggal dirumahnya yang dulu
ketika itu kami sudah kelas 3 SMA
namu kali ini kami beda sekolah aku tetap sekolah di dekatkampungku sedangkan inara
memilih sekolah di kota yang mutunya sama dengan sekolahnya yang lama
kami pun bisa mein bersama lagi
setelah ujian akhir kami punya rencana untuk melanjutkan kuliah seperti cita2 kami dulu
kami mengambil ekonomi tapi aku memilih akuntansi dian inara memilih manajemen
dan alhamdulilah kami diterima dikampus yang sama
ketika kuliah sudah dimulai kegiatan kami begitu banyak karena kami
tidak kost otomatis pulang pergi menempuh jarak yang lumayan jauh
mungkin karena kelelahan inara sering mengeluh sakit kepala ( Migran)
dan aku pun selalu menyarankan padanya untuk minum obat atau periksa kedokter
namun saran ku tidak diindahkannya karena dia merasa itu sakit kepala biasa
setelah semester satu berlalu ternyata sakit kepala inara makin berlanjut
suatu hari dia sampai pingsan dikampus
akupun membawanya kedokter dan dia harus dirawat inap
setelah dicek dokter kata inara dia kena virus toksoplasma
dia harus benar2 istirahat total dirumha sakit
namun penyakit inara ternyata benar2 serius karena dia harus keluar masuk rumah sakit
selama beberapa bulan dan diagnosa terakhir sungguh sangat mengejutkanku dan keluarga inara
kerena sebenernya dia terinveksi virus radang selaput otak
dan ternyata virus itu sudah menyebar kebeberapa bagian otaknya
jalan terakhir harus dioperasi dan inara pun melakukanya
namun Tuhan berkehendak lain inara tak mampu melawan penyakitnya
pada semester ke 3 kuliah kami inara pergi untuk selama2nya
dia s
Tidak ada komentar:
Posting Komentar