Senin, 09 Februari 2015

tidak ada judul

"itu justru kesempatanmu untuk balik padanya " katamu tadi malam
aku hanya nyengir mendengar nasehatnya
" gimana sih kok malah nyengir tadi kan kamu bilang dia gak ada hubungan dengan dia"
" iya itu katanya..tapi aku gak tau kenyataanya" jawabku sambil tersenyum
" kok bisa gitu " pertanyaanmu sekali lagi seakan aku adalah terdakwa yang harus jujur
"dia tidak ada hubungan tapi dia sudah menolakku " jawabku lemah " trus aku harus ngejar dia sampai
kapan lagi, sampai tua" semakin lemah suaraku mengucapkan kata terakhir

"dari mana kau tahu dia gak ada perasaan sama kamu"tanyamu lagi penuh selidik
" ucapan terakhirnya kayaknya kita lebih nyaman jika berteman bukankah itu sebuah isyarat" kataku

" jangan diambil hati mungkin saat itu dia sedang kalut kalian sedang bertengkar" kamu semakin memojokanku

"buktinya selama ini dia malah makin manis sama kamu dia juga menunjukan perubahan sikap,
sering kulihat dia nampak ingin ngobrol denganmu lebih dekat tapi gak tau caranya" 
dan kamu makin sibuk dengan analisamu

aku gak tau apa aku harus senang harus gimana mendengar  analisamu
jujur sejak dia mengucapkan kalimat itu aku membuat jarak aku takut jika kejadianya terulang lagi
aku tau bagaimana aku dengan hatiku aku dengan cemburuku

aku takut justru dengan aku tetap berharap sesuatu darinya bukan hanya aku yang sakit
tapi dia malah lebih sakit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gado -Gado