Kamis, 04 Juli 2013

Permintaan Ibu

tok tok tok...............kuketuk pintu rumahku dengan sisa-sia kekuatanku
hujan rintik-rintik membuat tanganku "mati" kedinginan
tak ada tanda-tanda pintu akan dibuka  kuketuk sekali lagi
lalu terdengar langkah pelan menuju pintu dan memutar kinci dari dalam
"sampai malam nduk pulangnya " tanya ibuku
" iya bu ada rapat tadi dikantor" aku cepat-cepat masuk kedalam rumah
karena sudah tidak tahan dengan udara dingin diluar
" sudah bersih-bersih dulu setelah itu makan tadi ibu masak mie goreng kesukaanmu"
" inggih bu" akpun segera berlalu menuju kamaraku,kulihat sekilas bapak sedang asyik
menonton siaran berita di TV.

setelah selesai mandi dan berganti pakaian aku segera menuju dapur untuk makan
kulihat ibu sedang menyiapkan makananku dimeja dan juga membuatkanku
segelas teh manis panas.

sambil melihatku makan ibu mengajaku ngobrol
" kapan kamu mau menikah nduk ?" tanya ibuku akupun
aku kaget dengan pertanyaan ibuku yang begitu tiba-tiba
belum kujawab pertanyaanya ibuku menasehatiku lagi
" bapak dan ibu hanya ingin melihatmu bahagia nduk , ibu tidak memaksamu
tapi jika memang sudah ada yang pas lebih baik segeralah kamu manikah"

"tapi sekarang saya sudah bahagia bu " jawabku sambil menunduk
" ibu tau nduk kamu bahagia tapi ibu tidak ingin melihatmu kesepian nantinya"
aku tidak mengerti maksud ibuku aku hanya diam dan masih menunudukan kepalaku

seolah mengerti apa yang aku rasakan ibu pun tidak meneruskan obroaln ini
"cepat selesaikan makanmu lalu istirahatlah nduk , kamu kelihatan lelah sekali"
" inggih bu " jawabku hampir tak terdengar , ibupun berlalu daru dapur meninggalkanku sendiri

kupandangi mie goreng didepanku, meski aku merasa masih lapar tapi aku
sudah tak bisa lagi menikamti lezatnya mie goreng itu
aku hanya terus merenung dan ucapan ibu terngiang-ngiang ditelinagku

segera aku bereskan meja dan akupun beranjak dari dapur
kulihat ibu dan bapak masih menonton TV sambil basa basi
aku ucapakna selamat malam karena aku ingin tidur duluan
bapakku berdehem tanda setuju sedangkan ibu hanya menatapku

sampai dikamar aku kunci pintu dan menelungkupakn nadanku dikasur
kuambil buku harian yang ada dimeja kecil samping kasurku
kubuka dan kutarik selembar foto dari dalam lembaran buku harianku

andai dia masih ada mungkin sekarang aku sudah menikah betinku

" sebaiknya kamu tidak usah menungguku, carilah pasangan lain dan menikahlah"
begitu pintanya padaku dalam kondisi badan yang lemah
aku tidak menjawabnya aku pura-pura sibuk merapikan meja dan pelaralan makan

kami bertemu tak sengaja di rumah sakit bukau setahun sebelumnya, dia yang sakit harus rutin
mengunjungi dokter untuk kontrol,saat itu aku sedang menunggu kakak yang akan melahirkan
bebarapa kali berpapasan akhirnya kami kenalan dan terjalinlah hunbungan antara kami berdua
dia mengidap kanker saat itu, tubuhnya kurus
keluarganya bilang dia sudah pasrah dia tidak mau lagi meneruskan pengobatanya

akupun berusaha membujuknya supaya dia mau melanjutkan pengobatanya lagi
dan ternyata dia mau 8 bulan setalh akmi bersama
dia menyatakan ingin dioperasi dia ingin melanjutkan hidupnay denganku
akupun merasa senang mendengarnya aku dan keluarganya terus menyemangatinya
namun takdir berkehendak lain,2 minggu pasca operasi kondisinya terus menurun
dan akhirnya dia pergi untuk selama-lamanya




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gado -Gado