Minggu, 21 Juli 2013

Membuang Kenangan





Sudah sewindu
Ku di dekatmu
Ada di setiap pagi
Di sepanjang harimu
Tak mungkin bila engkau tak tau
Bila kumenyimpan rasa yang kupendam sejak lama

Setiap pagi
Kumenunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku
Agar cerah harimu
Cukup bagiku
Melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu siangmu malammu

Sesaat dia datang
Pesona bagai pangeran dan beri kau harapan
Bualan cinta dan masa depan
Engkau lupakan aku
Semua usahaku
Semua pagi kita
Semua malam kita

Tak akan lagi
Kumenunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manisku merayumu

Jujur memang sakit di hati
Bila kini nyatanya engkau memilih dia
Tak kan lagi kusebodoh ini
Larut di dalam angan
Angan tanpa tujuan



mbak kita sebenernya mau kemana sih,ini sudah ke tiga kalinya kita melewati jalam ini

begitu bapak sopir taksi itu memperingatkanku,


sebenrenya aku sendiri tak tahu harus kemana pikiranku kacau hatiku galaumemikirkannya           

ya sudah pak saya berhenti disini saja,berapa ini pak ongkosnya

aku segera turun dari taksi biru itu dan si bapak masih tertegun menatapku
"hati - hati ya mbak begitu pesan bapak itu sebelum melaju meinggalkanku,dan aku pun tersenyum sebagi balasannya
kali ini kulangkahkan kakiku tanpa tujuan pasti disetiap jalan yang kulalui aku sengaja membuang segala pikiran tentangnya

tak terasa aku tiba dibibir pantai entah sudah berapa lama dan jauhnya aku melangkah
aku berteriak sekencang-kencangnya
kulamgkahkan kakiku menuju laut 
semua basah dengn begitu ak harap semua hal yang membebaniku
juga bisa lenyap dibawa ombak laut ini



tengah malam kau baru pulang rasanya semua beban dan pikiranku melayang
mbak e menyambutku didepan pintu ,dia cemas menungguku pulang





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gado -Gado