siang itu karena matahari bersinar sangat terik mungkin saja mempengaruhi emosi sopir angkot
awalnya dia mengemudikan angkot itu dengan santai dan kalem
dan semua penumpangpun merasa aman,ada yang sambil ngobrol memjamkan mata atau utak atik HP
namun ditengah perjalanan karena kami sudah masuk di kawasan padat dan dua arah
sisopir tidak lagi kalem dan tenang dia merasa ini memnag sendiri
saat ada mobil lain ingin parkir dan memakan sedikit jalan yang akan dilalu angkot
sopir itu pun tak memberikan jalan dengan agak memaksa diapun terus malajukan angkotnya
dan brakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!
mobil dan angkotpun bertabrakan dan kulihat ada sedikit lecet dimobil mewah itu
akhirnya terjadi perdebatan sengit antara sopir angkot dan sopir mobil mewah
dan karena perselisihan itu jalananpun jadi macet banyak orang mau melihat
ada apa kok ribut-ribut dipinggir jalan
dua-duanya tak ada yang mau mengalah merasa paling benar dan merasa paling sibuk
sungguh akhir-akhir ini aku merasa kalau kata MAAF dan kata TERIMA KASIH itu mahal harganya
seperti kejadian yang baru aku alami di angkot itu seandainya saja salah satu mau
menurunkan egonya dan bilang MAAf pasti tak akan terjadi perdebatan itu
dan tidak akan merugikan pengguna jalan lainnya
carita berikutnya tentang dua orang pengamen
aku sudah tertarik dengan mereka berdua saat pertama mereka naik
seorang bapak dan anaknya yang berusia kira-kira 11 tahun
wajah anak itu dilukis..........................dengan make up seadanya
ya.....................mereka mengamen dengan mempertunjukan tarian tradisonal
yaitu jantilan karena mereka berdua berasal dari jawa timur
itu aku tau dari baju yang dikenakan anak itu bergambar jantilan dan ada tulisan ponorogo
serta logat jawa timuran yang masih medok dari bapaknya menguatkan dugaanku
dan kelihatanya mereka belum lama dijakarta karena beberapa kali meraka tidak yakin
dengan jalanan yang meraka lalui dan sesekali sia anak ragu akan tempat yang akan dituju
saat aku sedang asyik mengamati mereka.sibapak menyampaikan keinginannya
jika nanti sudah sampai tujuan maka dia hanya ingin minum kopi dan makan roti
dengan suara yang ringan dan tenang
duhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hatiku terusik dengan ucapan bapak itu
aku pikir dengan keadaan seperti itu si bapak mungkin ingin makan enak dengan ayam goreng
atau makan baso biar segerserta minum es jeruk, ya kerena waktu itu memang sudah jam makan siang
dan aku tau mereka sudah berjalan jauh sekali dengan cuaca yang panas
tanpa alas kaki dan tanpa baju pelindung
lalu aku bayangkan diriku sendiri saat itu yang hanya melakukan perjalanan kecil
dari rumah ke mall tanpa harus panas-panasan hal yang aku pikirkan setelah tiba dimall
adalah menuju tempat makan yang paling enak yang bisa menghapus rasa dahaga dan laparku
makan ayam minum soda dan masih ditambah makanan lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar