terkadang aku melihat orang lain itu dari sudut pandang aku saja
misalnya saat aku melihat tukang ojek di pingir jalan
berapa penghasilan mereka sehari
cukupkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
cukupkah membayar uang sekolah anak
namun begitu mereka tetap bisa tersenyum dan bercanda dengan kawannya
mereka tetap nampak gembira dan bahagia
lain pun dengan aku
yang aku punya penghasilan tiap bulan lebih dari cukup jika dibandingkan
dengan mereka
namun terkadang aku masih merasa kekurangan
aku sering masih merasa galau dengan kebutuhanku
setiap akhir bulan terima gaji selalu ketakutan
jangan-jangan gak cukup sampai akhir bulan nanti
dari situ aku lupa untuk tersenyum
wajahku sendu dan nampakk banyak pikiran
jika bandingkan dengan wajah tukang ojek maka akan nampak jauh beda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar