beberapa kali kulihat ketika aku sedang naik angkot
si penumpang membayar dengan menggunakan koin atau recehan
dan saat itu pula pak sopir menerima nya dengan berat hati
kadang recehan tersebut langsung di hempaskanya di dashbord
begitupun saat ada pengamen diangkot
ketika mereka di beri uang recehan Rp100 atau Rp 200
maka mereka juga akan menerimanya dengan terpaksa
bahkan sekali waktu aku pernah mendengar meraka bicara
bahwa orang yang memberinya uang recehan itu
Pelit.........................................
terkadang aku berpikir uang recehan sekarang ini kok seperti tidak
ada harganya,,,,,,
dari sopir angkot, tukang ngamen, samapi anak sekolah SD pun menolak
jika diberikan uang recehan
berawal dari situ aku mulai mengumpulkan recehan tersebut dirumah
namun awalnya aku tidak berpikir sampai jauh hanya sekedar mengumpulkan
lalu aku ingat gerakan "koin untuk prita " dan "koin untuk KPK"
makanya sekarang aku mengajak teman kantorku untuk mengumpulkan uang recehan tersebut
alhamdulilah temanku banyak yang mendukung
hanya dengan membawa celengan kami mulai mengumpulkan koin
nanti jika sudah banyak terkumpul kami berniat menyalurkannya kerumah yatim
semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar