Kamis, 12 Maret 2015

tidak ada judul

"lagi apa dek" tanya temanku ketika sedang menelpon anaknya 
aku nguping dari ruanganku kebetulan pintu ruanganyang tidak tertutup
membuatku mendengar semua perbincangan kawanku dan anaknya

kawanku memang perhatian banget pada anak-anaknya
setiap saat aku lihat dia tak lupa mengecek kerumah 
sudah makan kah ada Pe Er kah atau jajan apa hari ini disekolah

ketika kulihat dan kudengar itu semua aku jadi teringat dulu
waktu masih kecil masih sekolah masih tinggal dengan orang tua

bapakku yang seorang petani penghasilanya gak cukup untuk memenuhi kebutuhan
maka itu ibuku membantu dengan berdagang dipasar
apa aja yang bisa dijual 

pagi selepas subuh ibuku sudah berangkat pulang menjelang malam
paling cepet ibuku sampai rumah setelah isya itupun kadang-kadang
bapaku bekerja diladang pagi hingga sore
kami anak-anaknya berempat harus bisa mandiri,semua hal dikerjakan sendiri
dari belajar ,mencuci ,setrika baju smeua harus sendiri

dari SD kelas 4 seingatku aku sudah melakukan itu semua :D :D :D

jauh banget jika dibandingan dengan kawanku yag aku ceritakan diatas
aku sering melihat kawanku membuatkan tabel-tabel angka untuk anaknya belajar
atau mencari bahan di internet jika anaknya dapat Pe Er dari gurunya

dulu ibuku tidak sempat melakukanya untuku semua aku dan kakakku kerjakan sendiri
bersama teman-teman tentunya
(kadang  jika ingat semua itu rasanya sedih aja..aku seperti kurang kasih sayang)
tapi suatu saat aku juga bersyukur,mungkin jika aku tidak melalui itu semua 

aku tak akan bisa jadi anak mandiri dan seperti sekarang meski aku belum "kaya"
(ah aku rasa ibuku sudah bangga padaku meski aku belum jadi orang "sukses"
meski belum bisa membawa mobil jika pulang kampung


#terimakaishibubapak







2 komentar:

  1. Petikan kisah sederhana tapi inspiratif jika direnungkan. Dunia kita jaman bocah dulu dengan sekarang memang jauh sekali bedanya. Idealnya anak2 sekarang harus jauh lebih berhasil dibanding mama bapaknya yg dulu hidup serba kekurangan... :)

    BalasHapus
  2. terima kasih mas sudah mampir

    jaman saya belum ada HP/telepon rumahpun belum maklum dikampung lereng gunung merapi pernah ibu saya naik sepeda 15Km gara2 saya main kejahuan
    jalanya masih batu,duhhhhh kalau ingat rasanya pingin nangis

    BalasHapus

Gado -Gado