Kamis, 09 Oktober 2014

Galau Galau Galau

Aku kembali ke kafe itu kali ini aku memilih tempat duduk didepan bukan di belakang seperti biasanya
padahal bangku belakang adalah bangku favorit saya disitu saya bisa duduk berlama-lama
tanpa ada gangguan letaknya yang paling pojok sehingga tidak banyak orang dan pelayan yang
lalu lalang,sehingga aku bisa nyaman melamun atau sekedar memejamkan mata

malam ini perasaanku sedang tidak nyaman banyak hal mengganggu pikiranku
ingin kutumpahkan semua unek-unek dihatiku pada seseorang namun aku tak berani
memulainya.aku ingin curhat dengan teman yang lain namun aku tak lakukan
aku merasa sendiri merasa di lupakan merasa tak dihiraukan

sampailah saya dikafe ini sendiri...ya sendir seperti biasa..............
tapi malam ini aku gak mau mengeluh atas masalah-masalahku aku ingin mennikmati malam ini
dengan segala problema yang sedang aku rasakan
sedang asyik-asyiknya melamun aku dikejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba duduk didepanku
"halooo boleh saya duduk disini" pintanya dengan sedikit selengean
aku melirik dari ujung mataku,pria tinggi cakep dan sedikit "nakal"
"silahkan" jawabku singkat sambil melanjutkan lamunanku yang buyar karena kedatanganya

pria sibuk sendiri dengan kopi dan makanan sesekali kudengar dia menyeruput kopinya dengan keras
seolah sengaja menggangguku supaya aku melihat dan mengajaknya ngobrol
namun aku lebih asyik dengan musik yang aku dengarkan dengan earphonku sambil melamun

sekali lagi dia berdehem mengagngguku " mbak awas ada kecoa" teriiaknya
aku yang memang takkut dengan kesoa lamgungs terbangun dari kursi dan loncat kedepan
pria didepanku tertawa terbahak merasa berhasil mengerjaiku sambil berkata " emang enak dicuekin"

aku memelototinya sambil cemberit namun dia malah tertawa jail sambil menarik tanganku
"aku denis ,kamu siapa nona manis" dengan lirikan matanya yang nakal
"dias" jawabku singkat sambil duduk
"lagi bete ya mbak pasti gara-gara cowok ya .." tebaknya sambil nyengir
"jangan sok tau deh" jawabku
" bukan sok tau mbak saya hanya menganalisa dari raut wajah mbak malam ini" dia mulai sok pintar
belagak sok jadi paranormal
" ya kira-kira begitu " jawabku lagi dengan sedikit senyuman tersungging dibibirku,
dia tidak memaksaku untuk menceritakan apa masalahku ,namun dengan semangat dia terus
bicara cerita apa saja yang akupun gak tau maksudnya apa
namun sedikit demi sedikit hati dan otaku yang panas mulai dingin dengan sesekali
menanggapi candaanya
dan pada akhirnya aku bisa tertawa lebar mendengar cerita tebakan dan gaya-gayanya
lalu dia dengan senang berkata" akhirnya si mbak bisa juga tertawa"

dalam hati aku berucap " terima kasi buatmu "

dan akhirnya aku lelah akupun pulang dengan senyuman










Note to my self
jangan pernah merasa menjadi orang yang paling menderita sedunia jika sedang ada masalah






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gado -Gado