kudengar suara seperti benda keras berbenturan dengan tembok
celingak celinguk tapi kok sepi.........................
kudengarkan lagi dengan seksama sambil menelusuri suara tersebut
tiba didepan pintu kamar asti aku berhenti...................
terdengar suara seperti orang sedang marah-marah sambil memukul sesuatu
pelan ku ketuk pintu kamar dan ku panggil namanya
"asti asti.............buka pintu nduk"
sepi.........................
lalu terdengar langkah diseret menuju pintu
"kamu kenapa nduk kok marah-marah sendiri sedang ada masalah?"
asti masih terdiam sambil berlalu menuju tempat tidurnya dan menelungkupkan bdanya di kasur
setelah lama terdiam akhirnya asti pun mulai bicara
" aku sebel mbak denga denis"sambil terus manyun
"kenapa sih dia sombong sekali gak pernah mau aku ajak komunikasi "lanjutnya
begitu gerutunya,aku ingat denis adalah kawan satu kampusnya
dan si asti naksir berat pada denis,,,anaknya memang cakep dan baik
pernah beberapa kali denis main kerumah saat mereka sedang mengerjakan tugas
"lha bukanya kamu pernah bilang tak lagi mau menganggu denis kecuali urusan kuliah"
aku mengnigatkan janjinya dulu
"iya mbak tapi aku juga menghubunginya karena aku ada pertanyaan soal kuliah" belanya
"ada teman lain gak yang bisa kamu mintain bantuan selain denis?" tanyanku
"ya ada sih mbak tapi aku kan paling nyaman bertanya pada denis"
"kalau kamu berniat tidak mengganggu dia lagi harus dimulia dari sekarang nduk"
"sebelum kamu terlanjur dalam menginginkan dia " lanjutku
" semua itu bisa karena terbiasa nguk,kalau kamu masih terus berharap padanya
kamu tak akan bisa lepas darinya"
"sedikit- sedkit kamu ada masalah maka kamu menginginkan dia untuk bisa membantumu"
"tapi mbak...................." diam dan menggantungkan kalimatnya
" sudah nduk biaskan dirimu tanpa denis aku yakin kamu akan lebih gembira nantinya" nasehatku
kulihat asti hanya dian sambil membenamkan wajahnya dibantal
tapi aku yakin dia akan mencerna apa yang aku katakan
sabar asti aku tau kamu bisa melewati hari-harimu tanpa denis lagi
meski kenaganan bersamanya selalu melintas di pikiranmu
"bisa karena terbiasa"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar