| |
| Siang itu saya melihat gio ada dibelakang rumah |
| dibawah pohon.dia terlihat begitu serius,sampai tidak menyadari kedatangan saya |
| "sedang apa gio?" tanya saya |
| "melihata anak burung kakak,dia jatuh dari pohon itu" jawab gio sambil menoleh |
| lalu ia berkonsenterasilagi dengan anak burung tersebut |
| saat gio mengangkat anak burung itu nampak tidak berdaya |
| "mau kamu apakan anak burung itu?" tanya ku penasaran |
| "mau saya kembalikan kesarangnya" jawab gio sambil menengandah menatap dahan pohon |
| saya mengikutinya namun tak saya temukan satupun sarang burung dipohon tersebut |
| agak membingungkan memang jatuh darimana burung tersebut? |
| "tidak ada gio,jadi bagaimana?" |
| "kasihan dia seharusnya dia bersama mama papanya" dio menatap anak burung ditangannya dengan iba |
| saya masih diam dan menunggu dio, mengambil keputusan untuk burung kecil itu |
| "kalau saya peihara burung ini bagaimana kak?" tanya dio padaku wajahnya terlihat ceria karena baru saja menemukan ide cemerlang |
| "apa kamu yakin kamu akan memeliharanya dengan baik?" tanyaku |
| "yakin" kata dio sambil mengangguk tegas |
| "kenapa kamu mau memelihara burung tersebut?" |
| "karena burung itu seperrti saya hidup tanpa ada mama dan papa" |
| saya termenung,gio memang anak sebatang kara ayah dan ibunya sudah meninggal sekarang dia tinggal bersama keluarga tantenya |
| "kamu bakal apakan dia?" |
| "akan saya beri dia tempat tidur kakak" |
| "lalu?" |
| "saya beri makan dan minuman" |
| "kamu dapat darimana tempat tidur makanan dan minuman itu?" |
| "tempat tidur akan saya buat,kalau makan dan minuman akan saya beri dari makanan saya" jawabnya yakin |
| saya kenal dio dan saya yakin dia akan bertanggung jawab dengan hal itu |
| dio sangat berhati-hati membawa burung tersebut kedalam rumahnya,tak berapa lama dia keluar dengan mambawa kotak sepatu |
| dio mengisi kotak sepatu tersebut dengan kain-kain perca,lalu meletakan burung tersebut dengan hati-hati,memberinya minum dan makan |
| saya berpikir berapa lama burung ini akan bertahan tanpa merasa bosan. |
| gio merawat burung tersebut tanpa lelah seminggu,dua minngu,tiga minggu,bahkan sudah lebih sebulan burung itu bersamanya |
| lambat laun burung itu semakin kuat san besar . |
| sampai suatu saat ,dibulan ke tiga burung itu sudah bisa mengepakan sayapnya |
| burung kecil itu adalah burung liar yang mungkin akan lebih senang hidup bebas diluaran daripada didalam sangkar |
| beberapa kali dio melihat burung itu hendak terbang namun selalu di tangkap lagi oleh dio dan di masukan sangkar lagi |
| "saya tidak mau burung itu pergi kakak" |
| "mengapa?" |
| "karena saya menyayanginya" |
| "bagaimana jika burung tersebut lebih senang terbang bebas diluar?" |
| "tidak burung itu pasti lebih suka disini bersama saya" |
| saya tersenyum mendengar jawaban gio.konsep menyayangi yang ada didalam benak gio sama dengan |
| konsep menyayangi oleh orang banyak,mengasihi dengan egois tanpa memikirkan bahwa makhluk yang dikasihinya itu |
| bukan benda mati,tetapi makhluk yang memiliki kehendak bebas |
| saya perhatikan gio membuat sangkar burung itu senyaman mungkin supaya si burung nyaman dan betah |
| tinggal didalamnya mungkin begitu pikir gio |
| beberapa waktu kemudian si burung terlihat berubah,dia tidak mau makan dan minum |
| terlihat malas bergerak ,semakin hari semakin memburuk sampai suatu saat |
| siburung terkapar dalam sangkarnya |
| "kakak sepertinya kakak benar"katanya saat itu setelah selesai kami mengguburkan burung |
| "kenapa?" |
| "mungkin seharusnya burung itu saya lepas mungkin dia lebih suka terbang bebas" |
| saya merangkulnya kesedihan sangat nampak diwajah gio.namun setidaknya dia sudah belajar satu hal |
| bahwa mengasihi tidak selalu melakukan apa yang dipikir baik oleh diri sendiri,tetapi melakukan hal |
| yang terbaik untuk orang yang dikasihi" |
Selasa, 04 September 2012
Tentang Burung Kecil
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar